Berikut Syarat Sah Nikah Siri Tanpa Wali

nikah siri

Setiap pasangan tentu mendambakan pernikahan resmi secara agama dan negara. Namun, apa hukumnya jika ada pasangan yang melangsungkan pernikahan secara diam – diam tanpa melaporkan ke KUA atau nikah siri? Apalagi jika pernikahannya tidak disaksikan oleh keluarga atau tanpa sepengetahuan orang tua atau tanpa wali.

Lantas, bagaimana syarat nikah siri tanpa wali agar bisa dikatakan sah? Simak penjelasan berikut ini !

Pengertian Nikah Siri

Secara definisi, pengertian nikah siri adalah pernikahan dengan rukun nikah islam tapi dilakukan secara diam – diam. Yang dimaksud diam – diam disini adalah tidak didaftarkan ke KUA. Pernikahan siri bisa dibilang sah apabila tata caranya sesuai dengan rukun dan hukum dalam Islam.

Bagi pasangan yang akan melangsungan pernikahan siri tentunya melakukannya harus sesuai dengan syarat nikah siri agar tetap sah di mata agama.

Syarat Nikah Siri Tanpa Wali

Saat akan melakukan pernikahan siri tanpa dihadiri oleh keluarga, maka agar terhindar dari pernikahan yang tidak sah menurut agama, berikut syarat nikah siri tanpa wali :

  • Kedua mempelai harus beragam Islam, pernikahan siri akan menjadi tidak sah jika salah satu dari calon mempelai tidak beragama Islam.
  • Calon mempelai wanita harus ada walinya.
  • Calon mempelai pria dan wanita (bukan sesama jenis atau bukan transgender).
  • Melakukan pernikahan atas keinginan sendiri atau tanpa paksaan.
  • Apabila calon mempelai pria sudah memiliki 4 orang istri, maka tidak boleh menikah lagi.
  • Kedua mempelai harus yang bukan mahramnya (tidak ada keturunan sedarah)
  • Nikah siri memang bia dilangsungkan dimanapun, namun tidak dalam masa ihram atau saat menunaikan ibadah haji.

Hukum Tentang Syarat Nikah Siri Tanpa Wali

Syarat nikah siri tanpa wali bisa dilakukan oleh calon mempelai wanita dengan usia 21 tahun, tidak perlu mendapatkan persetujuan dari orang tua untuk melangsungkan pernikahan seusai Undang – Undang Perkawinan Tahun 1974 Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2).

Saat calon mempelai wanita tidak mengantongi restu orang tua, maka bisa meminta pada Pengadilan Agama setempat untuk memberikan izin menikah. Pengadilan baru bisa memberi izin menikah setelah berdiskusi dengan orang tua calon mempelai wanita.

Menurut hukum Islam, sudah diatur dalam Pasal 14 Kompilasi Hukum Islam (KHI), agar bisa melangsung perkawinan calon mempelai wanita harus mengantongi persetujuan dari orang tua atau keluarga yang ditunjuk sebagai wali dari calon mempelai wanita tersebut.

Pernikahan secara siri tanpa wali bisa dilakukan dengan mengikuti tata cara nikah siri tanpa wali yaitu calon mempelai wanita sudah mendapatkan izin dan menunjuk kerabat atau keluarganya sebelum melangsungkan pernikahan.

Pertanyaannya adalah bagaimana jika nikah siri yang dilakukan tanpa wali? Untuk syarat nikah siri tanpa sepengetahuan keluarga bisa dilakukan dengan mengikuti tata cara nikah siri tanpa wali yaitu calon mempelai wanita sudah mendapat izin dan menunjuk kerabat atau keluarga dari calon mempelai wanita sebelum melangsungkan pernikahan.

Hukum nikah siri tanpa wali tidak bisa dibilang sah karena syarat sah pernikahan menurut rukun pernikahan Islam adalah wajib ada wali nikah bagi calon mempelai wanita.

Syarat nikah siri tanpa wali tidak bisa dilakukan jika syarat – syarat diatas tidak terpenuhi. Karena itu, sebaiknya melakukan pernikahan yang sesuai dengan hukum negara dan hukum agama masing – masing agar terhindar dari melakukan pernikahan tidak sah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *