mendeteksi kanker payudara
Kesehatan

Kenali Tanda Kanker Payudara Sejak Dini

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang wanita di Indonesia. Penyakit ini ditimbulkan oleh adanya sel kanker yang bertumbuh secara tidak terkendali di dalam jaringan payudara. Akibatnya, sel – sel sehat di sekitar jaringan payudara menjadi rusak. Ada beberapa tempat dalam jaringan payudara yang sering terjadi kanker payudara yaitu saluran pembawa air susu dari kelenjar menuju puting payudara, jaringan lemak payudara, jaringan ikat payudara, maupun kelenjar penghasil susu. Penyakit kanker payudara dapat dibagi menjadi 4 tingkatan yaitu mulai dari stadium 1 hingga stadium 4. Kondisi yang sangat parah adalah ketika seseorang sudah mencapai stadium 4. Oleh karena itu, sebelum keadaan penyakit kanker payudara terlambat untuk ditangani, ada baiknya pemeriksaan dini terkait kanker payudara dilakukan.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara secara dini. Salah satunya adalah dengan melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah. Pemeriksaan payudara dengan metode SADARI dapat dilakukan menjadi tiga cara yaitu pemeriksaan di depan cermin, saat mandi, dan saat berbaring. Pemeriksaan depan cermin dapat dilakukan dengan melihat apakah ada perubahan yang muncul di payudara baik bagian depan maupun samping. Beberapa perubahan yang perlu diperhatikan adalah bentuk payudara, ukuran payudara, permukaan payudara, warna puting dan kulit payudara, serta bentuk puting payudara. Selain itu, pemeriksaan payudara di depan cermin juga dilakukan apakah ada cairan bukan asi yang keluar termasuk darah. Sementara itu, pemeriksaan payudara juga bisa dilakukan saat mandi. Mengapa? Busa yang digunakan pada saat mandi bisa mempermudah untuk memeriksa apakah ada benjolan di area payudara. Sedangkan saat berbaring, payudara akan menjadi lebar sehingga mudah untuk diperiksa. Selain itu, pemeriksaan payudara saat berbaring juga bisa menggunakan lotion yang akan membantu menemukan benjolan yang ada pada payudara.

Selain menggunakan metode SADARI, cara mendeteksi kanker payudara juga bisa dilakukan dengan metode tertentu yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Salah satunya adalah melakukan pemeriksaan klinik oleh dokter atau perawat yang disebut dengan SADANIS. Tujuannya adalah untuk menemukan benjolan yang ada di payudara. Pemeriksaan kanker payudara lainnya adalah dengan mamografi. Cara ini menggunakan sinar X yang digunakan untuk mengambil gambar jaringan payudara. Gambar tersebut dikenal dengan nama mammogram. Apabila mammogram menunjukkan suatu area yang berbeda di dalam jaringan payudara, maka dokter akan melakukan tes lain untuk meneliti lebih jauh tentang area yang berbeda tersebut. Pemeriksaan lainnya adalah dengan menggunakan USG payudara yang juga dikenal dengan nama USG mammae. Tes ini dilakukan untuk mendeteksi adanya perubahan pada bagian payudara seperti adanya benjolan dan jaringan yang berubah. Kelebihan dari teknik USG mammae adalah mampu membedakan benjolan pada payudara tersebut apakah kista payudara atau bakal sel kanker.

Magnetic Resonance Imaging (MRI) payudara juga bisa dilakukan untuk memeriksa adanya sel kanker pada payudara. Teknik ini menggunakan magnet dan gelombang radio untuk mendapatkan bagian jaringan lunak pada payudara. MRI yang dilakukan pada pasien yang diduga menderita payudara akan dikombinasikan dengan mamografi. Sedangkan MRI yang dilakukan pada pasien yang sudah jelas menderita kanker payudara adalah untuk mendeteksi seberapa besar ukuran kanker payudara tersebut. Pemeriksaan lain untuk memastikan sel kanker adalah dengan menggunakan metode biopsi. Metode ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan payudara dan diteliti aktivitasnya apakah sel jaringan tersebut termasuk sel kanker atau bukan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *