Bisnis,  Properti

Cara Menghindari Penipuan Jual Beli dan Sewa Rumah atau Properti Lain

Kebutuhan akan tempat hunian semakin bertambah seiring dengan jumlah penduduk Indonesia yang semakin bertambah.Meski telah banyak developer yang membangun properti, seperti rumah maupun apartemen, tetapi tidak semua orang dapat memilikinya semudah membeli kerupuk di warung, mengingat harganya yang terus tinggi.

Dalam kondisi seperti ini, biasanya para pembeli mengincar properti seperti kredit pemilikan rumah atau dengan harga yang cenderung rendah.Kondisi inilah yang dapat membuka banyak celah terhadap scam listing yang tidak bertanggung jawab untuk mencari target-target baru.

Scam listing merupakan suatu tindakan ilegal yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab demi mendapatkan keuntungan berupa uang sebanyak-banyaknya dari pembeli atau penyewa properti.

Mereka akan mengiming-imingi para calon pembeli atau penyewa ini dengan menjual atau menyewa properti dengan harga semurah-murah-nya demi meraup keuntungan berlipat, padahal ia tidak memiliki properti sendiri.Penipu dalam bidang ini biasanya sangat ahli dan mengenai seluk beluk masalah properti dan keinginan pasar. Karenanya, ia akan melakukan modus penipuan dengan mudahnya.

Berikut ini beberapa modus yang kerap dilakukan para pelaku scam listing yang wajib Anda ketahui:

1. Para pelaku seolah ingin menjual rumah dengan menjual rumah harga termurah, lebih murah dari harga pasaran.

Korban yang tergiur dengan iming-iming properti murah dan sedang membutuhkannya, tentu tanpa berpikir panjang akan mengontak pelaku dan mentransfer sejumlah uang yang telah disepakati ke rekening pelaku. Setelah mendapatkan uangnya, pelaku justru kabur.

2. Bermodal memasang iklan penjualan atau penyewaan di berbagai media, baik internet dan media cetak, para pelaku pun berani memberi nomor kontak.

Korban yang sedang membutuhkan properti murah, tentu akan mengontak pelaku. Selanjutnya, bukan follow up yang didapat, lagi-lagi pelaku justru akan menghilang.

3. Kali ini lebih berani lagi, pelaku mempromosikan penjualan atau penyewaan melalui mulut ke mulut. Pelaku sengaja aktif mengikuti komunitas guna mendapatkan link untuk melakukan sounding terkait penjualan.

Informasi ini sudah pasti akan berantai dan berkembang. Korban yang begitu saja percaya, tentu akan langsung mentransfer sejumlah uang dan pelaku akan melarikan diri.

4. Beberapa pelaku kerap ditemui membajak iklan asli real estate dengan mengubah alamat email atau kontak pada iklan. Kemudian akan menempatkan iklan tersebut pada situs lain.

Tak hanya itu, pelaku bisa menggunakan nama orang asli yang memposting iklan asli. Para pelaku yang melakukan ini biasanya sudah memiliki kemampuan IT yang mumpuni.Memang cukup sulit menghindari modus penipuan terkait properti yang demikian. Karena biasanya mereka bermain dengan sangat cantik dan sulit ditebak. Lantas, bagaimana cara menghindarinya?

Kenali ciri-ciri umum scam listing

Agar terhindar dari scam listing, ketahuilah beberapa cirinya sebagai berikut:

  • Anda diminta mentransfer sejumlah uang tanpa bertemu langsung atau melihat propertinya terlebih dahulu
  • Pelaku tampak terburu-buru ingin menjual properti, bahkan bertanya detail tentang diri Anda
  • Diminta membayar DP terlalu mahal dan memaksa
  • Mengejar Anda untuk segera menandatangani berkas kontrak tanpa kehadiran pengacara
  • Selalu menghindar ketika diajak melihat properti yang akan dibeli atau sewa

Tidak cepat-cepat mentransfer uang

Se-butuh apapun Anda dengan properti tersebut, jangan pernah cepat-cepat mentransfer sejumlah uang yang ditentukan. Apalagi, jika nadanya terdengar memaksa.

Usahakan bertemu dengan penjual secara langsung

Jangan pernah memberikan sejumlah uang jika Anda belum bertemu penjual/penyewa properti secara langsung. Biasanya mereka enggan diajak bertemu langsung untuk melakukan transaksi. Jika bertemu pun, jangan pernah sendirian. Bawalah beberapa teman atau kerabat Anda untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Jangan hanya percaya pada gambar dan ucapan persuasif pelaku

Jangan pernah terlena dengan foto-foto properti, apalagi tergiur dengan segala ucapan pelaku. Usahakan agar Anda melihat wujud properti terlebih dahulu dan pastikan kebenarannya.

Segera lapor polisi

Jika sudah terlanjur tertipu, segera lapor polisi agar mendapat tindakan lanjutan.

Itulah cara menghindari jual beli properti dari para scam listing yang tidak bertanggung jawab. Selalu waspada dan jangan mudah percaya se-profesional apapun cara menjualnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *