BUMN
Bisnis

Tawaran Program Strategis KEMENKOP Bersama UKM RI Pada Tahun 2021

Semenjak COVID-19 hadir di Indonesia pada 2020 awal, penurunan lapangan kerja jatuh pada tingkat terbawah yang menyebabkan pengangguran di Indonesia meningkat tajam disusul dengan berbagai usaha serta UMKM yang jatuh akibat PSBB yang memakan banyak sekali korban lapangan kerja dan sisi financial masyarakat. Melonjaknya berbagai usaha yang terjatuh akibat pandemic ini, tentu para pegawai di dalamnya ikut merasakan pemberhentian hubungan kerja dan menyebabkan turunnya daya beli kepada produk lain yang seharusnya masih bisa bertahan.

KBUMN dan juga BUMN mendirikan Pasar Digital UMKM yang difungsikan sebagai sebuah platform digital yang akan berjuang bersama UMKM berkembang pesat di era digital ini sehingga akan siap menuju era go digital nantinya. Harapan besar yang positif ini semoga bisa menjadi tambahan motivasi untuk pelaku UMKM yang masih berjalan merangkak dan bersiap diri memasuki pasar online secara global.

Dikutip dari media sosial Kemenkop UKM (30/01/21), demi kemajuan masa depan koperasi dan UMKM di Indonesia sebagai penopang negara, Kemenkopukm memiliki beberapa program strategies untuk tahun 2021 yang dirasakan mampu mendorong pengembangan koperasi dan UMKM bertahan untuk melewati sepanjang tahun ini. Mari kita bahas bagaimana langkah strategis yang patut kita lakukan.

Mendorong berkembangnya koperasi modern, di dalamnya terdapat beberapa urutan strategi seperti perluasan model bisnis, lalu pemanfaatan teknologi digital mengingat selama pandemi seluruh masyarakat dan pelaku usaha UMKM dipaksa untuk berinteraksi secara digital, selanjutnya akses permodalan yang mudah karena sesuai judul modern maka permodalan yang dipromosikan harus mudah agar menarik ketertarikan lebih cepat, juga ada peningkatan kualitas pengelolaan koperasi melalui sistem pengawasan terpadu dan terakhir ada pengembangan SDM perkoperasian yang bertujuan memajukan, memudahkan dalam setiap transaksi serta akses data lebih cepat.

Usaha Mikro naik kelas, kapasitas usaha mikro bertransformasi dari sektor informal menjadi sektor formal dengan kemudahan izin usaha dimana para pelaku usaha UMKM tidak perlu khawatir akan perizinan dan menjadi lebih cepat serta mudah dalam mengurusnya, lalu perlindungan usaha di area infrastruktur public demi mencegahnya hal yang tidak diinginkan dan para pelaku usaha merasa aman dalam melakukan transaksi. Selanjutnya, memasukkan usaha mikro dalam rantai pasok industri .

Pelaku UMKM ekspor, mendorong para pelaku usaha untuk masuk ke pasar ekspor dengan mempersiapkan pengembangan investasi ukm melalui skema/sistem pembiayaan dan potensi investasi dan pengembangan SDM UKM melalui fasilitas pelatihan dan pendampingan serta pengembangan Kawasan/kluster UKM berbasis ekspor, lalu terdapat pengembangan dan rantai pasok UMKM berbasis tematik potensi kewilayahan. Selanjutnya, kemitraan dan perluasan akses pasar melalui scaling up produk UKM.

Wirausaha muda produktif memfasilitasi untuk peningkatan rasio kewirausahaan yang saat ini 3,47% dengan : konsultasi bisnis dan layanan pendampingan usaha, pengembangan teknologi informasi, inkubasi usaha melalui fasilitasi, pengembangan ekosistem bisnis melalui kerja sama dunia usaha dan dunia industri serta perguruan tinggi, pembiayaan wirausaha melalui perluasan akses pembiayaan, fasilitas permodalan.

Penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM, memperkuat penyaluran dana bergulir oleh LPDB-KUMKM yang tidak hanya berfokus pada penyaluran koperasi yang menghimpun UMKM, namun juga pada sektor unggulan, sub sektor pertanian, kehutanan, peternakan, perikanan, dan perkebunan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *